RSS

Minggu, April 25, 2010

TOR dilemma

Jam di pojokan layar menunjukkan pukul 01.23 dini hari. Mata saya masih terpaku di depan laptop. Saya sedang menyusun TOR pembicara untuk Seminar Kesehatan minggu depan. Nulis postingan ini nyambi coz pikiran lagi mandek. Ternyata bikin TOR pembicara ga' semudah yang saya kira. Udah sering bikin sih. Tapi berhubung ini acara besar jadi ga' berani asal juga. Udah sejam lebih nih… yang jadi pikiran, TOR buat Dokter yang diminta membahas tentang penyimpangan-penyimpangan yang terjadi dalam pelayanan kesehatan.

Masalahnya, saya kepingin dokter itu mengupas tuntas semua bentuk-bentuk penyalahgunaan dimana pasien jadi korban baik fisik dan materi gitu, berikut contoh kasus biar kita bisa hati-hati dan ga' jadi korban. Tapi…menilik etika kedokteran, itu etis ga ya? dibahas sama dokter maksudnya. Secara mereka termasuk ke dalam komponen pelayanan kesehatan yang sebenernya yang paling berpeluang untuk menjadikan pasien sebagai bisnis yang menggiurkan. Mungkin mulai dari memberikan diagnosis yang tidak sesuai – lebih parah dari aslinya-, memberikan resep obat yang mahal-mahal atau yang tidak perlu, tindakan seadanya tapi meminta bayaran mahal, menjadikan pasien sebagai eksperimen – percobaan obat contohnya- dan masih banyak lagi peluang-peluang penyimpangan yang bisa terjadi. Dan kasusnya juga udah banyak sih.

Ok kita udah berada di era yang mengusung kebebasan berpendapat. Tapi ingat, solidaritas antar dokter itu sangat kuat. Sampai ada perkumpulannya segala. Setahu saya dokter dilarang menjelek-jelekkan atau memojokkan rekan sejawatnya apalagi terkait profesinya. Bahkan saya pernah baca kalo di setiap kasus malpraktek pihak dokter hampir selalu menang dan bebas dari tuntutan. Kenapa? Karena ada IDI yang akan selalu membela mereka. Yah, ujungnya sih bismillah aja. Mungkin paska ngasih TOR lihat responnya dulu, keberatan atau enggak.

Kalo materi buat pakar hukumnya sih ga masalah. Beliau udah malang melintang di dunia hukum terutama hukum kesehatan. Gelarnya S.H.,M.Hum. Beliau juga ngajar mata kuliah Etika Kesehatan dan menulis buku Mafia Kesehatan. Keren deh pokoknya. Diminta mengupas tentang bisnis di dunia kesehatan, klop banget. Bisa sampe ke kulit-kulitnya. Tapi, bakal bertentangan sama dokternya ga' y?

Ngomong-ngomong, tema seminar kesehatan ini "Ketika Sakit Jadi Bisnis – Menyingkap Titik Infeksi Pelayanan Kesehatan". Yang nentuin bentuk seminar saya dengan teman-teman divisi Pengembangan Intelektual. Kalimat pertama usulan dari teman-teman pengurus harian Jakhfi. Nah, kalimat keduanya saya dapat dari komik Team Medical Dragon. What, komik? Yupz… pas pulang kemarin saya baca komik itu. Alasannya sih karena udah nonton filmnya dan keren banget. Tentang Rumah Sakit yang berorientasi materi dan tidak peduli sama sekali pada pasien yang tidak mampu membayar. Dan tentang dokter-dokter di dalamnya yang tidak berperikemanusiaan yang rela mengorbankan pasien demi kepentingannya seperti menjadikan pasien sebagai eksperimen uji coba obat baru. Ditengah dokter-dokter busuk itu muncullah sosok dokter yang jujur dan masih menjunjung tinggi kemanusiaan…Asada Sensei. Yah gitu deh… cerita tentang dokter keren. Digambarkan cool, keren, dan ahli secara berlebihan. Jadi kaya malaikat gitu kesannya, tiap ada pasien hampir mati yang ditanganinya pasti sembuh dang ga jadi mati.

Saya antusias baca komiknya karena banyak pengetahuan di dalamnya. Sampe saya tulis dan gambar di buku (tentang macam-macam penyakit jantung dan cara pembedahannya. Batista terutama). Saya juga baca komik tentang perawat. Judulnya 'Nurse Diary'. Bagus juga. Nambah pengetahuan tentang macam-macam pengalaman perawat. Dikemas secara apik jadi bacaan ringan. Film tentang perawatpun ada yang bagus. Judulnya 'nurse AOI' wah…nonton film ini saya sempat terobsesi jadi perawat. Ceritanya tentang perawat yang punya kapasitas dan kapabilitas tinggi. Bahkan kemampuannya melebihi dokter. Dimana ada kondisi dimana saat mau operasi dokternya malah bingung mau ngapain, dan dia langsung mengambil alih operasi karena memang mampu. Tapi ya itu, tersangkut masalah etika keperawatan….sosok perawat yang kereen pokoknya. Katanya sih ada film tentang orang yang mendirikan Rumah Sakit. Judulnya 'Patch Adam' kalo ga' salah. Biar sesuai jurusan dan kompetensi saya. Tapi belum nemu filmnya…

Wah, jadi ngalor ngidul kemana-mana. Belum selesai ini TORnya….

Tidak ada komentar: