RSS

Minggu, November 22, 2009

Shaleh dan Cerdas? Siapa Takut!

Habis ikutan dauroh 'ilmi atau nama kerennya Exellent Academic Training, jadi termotivasi untuk menjadi orang2 yang mengukir sejarah melalui jejak-jejaknya. merasa belum ada jejak jelas yang saya buat dalam hidup ini (hadu...)

pulang kegiatan satu hal yang saya ingat. para aktivis dakwah terkadang menjadikan dakwah sebagai pembenaran atas tidak memuaskannya nilai2 akademiknya. berdalih waktu dan tenaganya tercurah untuk berdakwah sehingga tidak ada waktu untuk memikirkan diri sendiri (lagi-lagi..)

seorang pembicara tadi mengatakan 'sekarang udah bukan zamannya jadi mahasiswa abadi dengan alasan sibuk berdakwah.'

Hmm... sepakat. masih saya temukan teman yang berprinsip seperti itu. nilai pas-pasan dan membela diri dengan kesibukan berdakwah. tantangan yang kita hadapi dalam berdakwah berbeda-beda sesuai zamannya. kalau dulu memang diperlukan militansi dan loyalitas yang tinggi dalam berdakwah karena kondisi masyarakat serta kebijakan pemerintah yang membuat dakwah masa itu sangat sulit dan penuh tantangan.

tapi sekarang, zaman berubah. makin banyak orang berafiliasi dengan islam. tugas kita yaitu memberikan penguatan dan pemahaman mendalam kepada mereka. cara dakwahpun berubah. Umat sekarang membutuhkan seorang figur. mereka yang sudah berislam akan tertarik untuk mendalami jika ada seorang figur yang lekat dihatinya dan jadi teladan baginya. Caranya yaitu dengan syumulyatul islam. membuktikan bahwa islam itu sempurna. salah satunya dengan membuktikan bahwa umat muslim tidak hanya bisa sholat, ngaji, puasa tapi juga menguasai ranah akademik. salah satu marketing dakwah dengan kriteria kader shaleh dan intelek. sudah shaleh, menguasai ilmu dan memiliki kecerdasan yang luar biasa. tentu akan menarik minat banyak orang untuk mengikutinya. wah..wah.. semoga saya bisa seperti itu.. Aamin...