Kebanyakan orang seringkali ngerasa g pede dengan apa yang dia miliki. Ya, itu bisa berupa materi, fisik, kecerdasan de-el-el. Ketidak pedean ini bisa berupa selalu merasa orang lain serba ‘lebih’ dari kita. G usah jauh2. Sy jg kaya gitu kok. Wajar kali ya mengingat tabiat manusia yang g pernah puas. Hmm...
Tapi ada kok, orang yang pede, bahkan agak berlebih dosisnya. Yang merasa cukup dengan apa yang dimilikinya (ini pede atau qonaah y..) G usah jauh2 jg. Sy bisa dijadikan contoh. Lho, kok bisa? Ya, ada berbagai aspek kan dalam kehidupan kita yang bisa jadi kita pandang secara berbeda... di satu sisi saya merasa g pede dengan apa yang ada di diri saya. di lain sisi, saya cukup sadar bahwa saya juga memiliki kelebihan. he..
Bingungnya, pas merenungi hakikat bersyukur. Dimanakah letak syukur saat kita berada di posisi memiliki kekurangan sekaligus juga memiliki kelebihan. Kalo saya, saat menyadari kekurangan, boro2 bersyukur. Bawaannya iri dan menuntut kesamaan dengan orang yang g memiliki kekurangan itu. Tapi pas menyadari kelebihan juga, kadang lupa bersyukur.
Tau sih semua orang juga memiliki kekurangan. Allah menegaskan kalo kita bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat kita. tapi kok susah banget y sadarnya. Jadi inget, ada cerita tentang seseorang-lupa nama dan ruang waktunya-yang ditakdirkan buta semenjak lahir. G pernah melihat indahnya dunia meski sekejap. Kalo kita, mungkin dalam kondisi seperti itu akan menyesali takdir bahkan menggugat tuhan kenapa g adil sama kita. Kenapa harus kita, bukan orang lain. Mungkin akan merasa menjadi orang paling sengsara di dunia. Tapi, orang ini tidak. Kebalikannya, dia sangat bersyukur dengan kekurangannya. Apa yang dia katakan?
“Alhamdulillah, Allah menyayangi saya dengan menjaga penglihatan saya. Beban dosa saya terkurangi dengan apa2 yang tidak bisa saya lihat. Di akhirat kelak, mata ini tidak akan memperberat timbangan dosa saya dengan bersaksi atas apa2 yang dilihatnya dan tidak diridhai oleh penciptanya.” Disini saya menangis. Memang benar, betapa banyak dosa yang ditimbulkan oleh pandangan. Dari tatapan sinis/meremehkan kita terhadap teman sampai tatapan pada apa2 yang tidak halal untuk dipandang. Tahukah? Orang ini pun selama hidupnya selalu bersemangat melakukan kebaikan. Kebutaan bukan halangan baginya. dipikir2, dia lebih beruntung dari kita. beban dosanya tentu lebih sedikit dibandingkan kita.
Jadi inget juga Rama Aditya yang dijuluki Blind Blogger yang berkecimpung di dunia teknologi komputerisasi. Meski tak dapat melihat, tapi prestasinya bahkan melebihi orang2 yang bisa melihat. kebutaan menjadikan indera perasa dan instingnya lebih kuat. Jadi sebuah motivasi buat kita semua..
saya tergelitik untuk menuliskan pengalaman saya. mengingat pesan seseorang, 'tuliskan apa-apa yang kamu pikirkan. apapun itu dan jangan takut dicela orang lain kalo kamu mau jadi penulis hebat.' he..he.. meskipun g penting, saya mau tuliskan disini apa yang kepikiran sekarang..
rahmi itu, kekanak-kanakan. didukung dengan tampang kanak-kanak yang kental dan sikap manja berlebih juga over semangat tapi rada perasa juga. makin bikin orang2 ragu kalo saya tuh udah 19 tahun! orang selalu salah menafsir umur saya. seringnya...
'umurnya 12 tahun ya..' atau,
'kayaknya masih SMP nih..'
'sama anak2 SD aja badannya masih kalah gede..'
yang paling parah, 'mukanya kaya anak TK...'
hikss... saya emang mustahil untuk belagak sok dewasa. pernah nyoba bersikap kalem dan sedikit ngomong plus ngerem kebiasaan berkomentar. tapi menderita banget jadinya. sudahlah.
awalnya, saya selalu merasa ini suatu kekurangan. merasa sebagai remaja yang terlambat dewasa, yang merasa sering diremehkan karena berwajah terlalu 'lucu'. bahkan sama adik saya yang lebih muda 5 tahun, orang sering ketuker yang mana kakak yang mana adik. karena adik saya yang lebih tinggi dan lebih dewasa penampilan dan sikapnya. dulu sering banget nagis cuma karena keinginan diakui sebagai manusia dewasa g berbanding lurus dengan sikap dan pandangn orang2...
tapi, lama-lama saya g tahan juga berkubang di lembah ke-kecewa-an dan ke-tidakpede-an ini. saya coba lihat dari sudut pandang lain. menjadi saya menyenangkan juga kok. banyak yang bilang iri sama saya-dulunya saya kira semua orang senang kalo bertampang dewasa- jadi pede kalo ngumpul sama anak2 SMA or SMP tmen2 adek saya. jadi punya banyak teman. merasa muda (emang belum tua kok). jalan kemana2 dikira anak SMP lg hang out dan suka dibaik-baikin. ongkos bus kadang seharga anak sekolahan ;) kadang jadi pusat perhatian. n banyak penggemar.. ho..ho.. yang terakhir ini g usah digubris. cuma sebentuk kenarsisan yang diturunkan papa...
yah.. intinya, selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian. ada pelajaran yang dapat diambil dari setiap perjalanan hidup, ada nilai plus dibalik setiap kekurangan bila kita bijak memandangnya.
rahmi tetaplah rahmi, anda tetaplah anda. kita sama2 memiliki kekurangan dan kelebihan. jangan melihat orang lain. tapi fokuslah untuk memaksimalkan kelebihan diri dan memahami kekurangan diri...
Semangat!!
