Minggu, November 22, 2009
Shaleh dan Cerdas? Siapa Takut!
pulang kegiatan satu hal yang saya ingat. para aktivis dakwah terkadang menjadikan dakwah sebagai pembenaran atas tidak memuaskannya nilai2 akademiknya. berdalih waktu dan tenaganya tercurah untuk berdakwah sehingga tidak ada waktu untuk memikirkan diri sendiri (lagi-lagi..)
seorang pembicara tadi mengatakan 'sekarang udah bukan zamannya jadi mahasiswa abadi dengan alasan sibuk berdakwah.'
Hmm... sepakat. masih saya temukan teman yang berprinsip seperti itu. nilai pas-pasan dan membela diri dengan kesibukan berdakwah. tantangan yang kita hadapi dalam berdakwah berbeda-beda sesuai zamannya. kalau dulu memang diperlukan militansi dan loyalitas yang tinggi dalam berdakwah karena kondisi masyarakat serta kebijakan pemerintah yang membuat dakwah masa itu sangat sulit dan penuh tantangan.
tapi sekarang, zaman berubah. makin banyak orang berafiliasi dengan islam. tugas kita yaitu memberikan penguatan dan pemahaman mendalam kepada mereka. cara dakwahpun berubah. Umat sekarang membutuhkan seorang figur. mereka yang sudah berislam akan tertarik untuk mendalami jika ada seorang figur yang lekat dihatinya dan jadi teladan baginya. Caranya yaitu dengan syumulyatul islam. membuktikan bahwa islam itu sempurna. salah satunya dengan membuktikan bahwa umat muslim tidak hanya bisa sholat, ngaji, puasa tapi juga menguasai ranah akademik. salah satu marketing dakwah dengan kriteria kader shaleh dan intelek. sudah shaleh, menguasai ilmu dan memiliki kecerdasan yang luar biasa. tentu akan menarik minat banyak orang untuk mengikutinya. wah..wah.. semoga saya bisa seperti itu.. Aamin...
Kamis, Juni 25, 2009
Balada Sepotong Flash Disk

malam itu saya coba melakukan analisis kecil-kecilan:
manakah kemungkinan yang lebih besar terjadi:
- seseorang menemukan flash disk masih tergantung di CPU dan dengan baik hati memberikannya kepada operator warnet. -entah dengan pemikiran pemiliknya sangat membutuhkan atau justru membayangkan dirinya menjadi saya yang kehilangan-
- seseorang menemukan flash disk tergantung di CPU dan kemudian mengantonginya dengan pertimbangan, 'lumayan nih. buat nambah koleksi. harga flash kan g bisa dibilang murah juga -menurut saya-'
saya coba tenang dan mengikhlaskan. berpikiran kalo mang takdirnya ilang y g akan balik meski saya uring2an dan nangis darah sekalipun. pikiran kalut kemudian saya salurkan untuk membuat beberapa tulisan. lumayan, semalaman jadi 2 tulisan meski kecemasan yang melanda cukup membuat saya insomnia dan baru terlelap pukul 02.30 dinihari.
esoknya -yaitu saat tulisan ini dibuat- saya dengan tenang bersiap untuk ke warnet. sebenarnya saya g sabar segera kesana. tapi kayanya kesabaran saya diuji. pertama, saya ketinggalan bus kampus trus nunggu hampir setengah jam. akhirnya dapat tebengan motor. tapi, saya harus bawain banyak barang pemilik motor dan mampir kemana2 dulu. mulai dari ngantar helm ke kosan temennya, ngeprint bahan skripsinya, ngantar barang ke kos2annya dan baru nyampe ke warnet. di jalan harapan saya udah pupus sama sekali.
nyampe di warnet saya berdoa dalam hati meski sebelumnya pas sholat dhuha juga udah berdoa agar flashnya ketemu. saya nanya ke operator warnet dengan g bersemangat. tapi, tahukah? flashnya ADA!! ALHAMDULILLAH YA ALLAH.... saya g bisa gambarin girangnya perasaan saya karena sebelumnya udah sangat pesimis. pengen sujud syukur rasanya. akhirnya, saya ngenet lagi untuk nulis cerita ini. he.. coz berkesan banget menurut saya.
hikmahnya, jangan pernah pesimis dalam hidup karena itu sia2 dan buang tenaga. selalu husnudzon kalo Allah akn selalu menunjukkan yg terbaik untuk kita. kesulitan2 yang kita hadapi menuju hal yang kita capai jgn bikin kita putus asa karena itu ujian Allah sebelum memberikan apa yg kita inginkan -syaratnya gitu- biar kita bersyukur juga setelahnya. jangan bikin analisis konyol yang bikin keyakinanmu tambah pudar tentang hal apapun yang sebenernya kamu udah tau jawabannya -tujuannya mencari dukungan, tapi malah nambah derita- yakin deh, Allah maha berkuasa. tg g mungkin pun bisa jadi mungkin kalo Dia sudah berkehendak. ikuti feeling atau suara hati (waktu hari ketinggalan itu perasaan saya mengatakan ada sesuatu yg g beres sehingga pas pulang saya ngecek bilik warnet sebentar. tapi, kurang teliti dan cuma lihat tempat duduk dan mejanya aja) yang terakhir, selalu pastikan tidak ada barang yang tertinggal dimanapun kita berada.
huaa... jadi postingan yang panjang nih. g papa deh. moga bermanfaat. ^_^
Senin, Mei 18, 2009
Kucingku Sayang Buatku Meradang
Saat membaca buku ‘Berjuang di Dunia Berharap Pertemuan di Surga’ karya Muhammad Nursani, saya membaca satu bagian yang membuat saya merenungi sesuatu.
Imam Qurthubi mengutip perkataan seorang pemberi nasehat di mesir pada tahun 469 H, ketika menjelaskan bagaimana anjing milik ashabul kahfi memperoleh keutamaan hingga kisahnya disebut dalam Al-Qur’anul karim. Katanya ‘Barangsiapa yang mencintai ahli kebaikan, maka Ia akan mendapatkan berkah dari mereka. Seekor anjing mencintai orang2 yang memiliki keutamaan dan menyertai mereka, kemudian namanya disebutkan dalam kitab Allah yang mulia. Kalau sebagian anjing telah mendapat derajat begitu tinggi karena ia telah bersahabat, bergaul bersama para orang shalih, sehingga Allah menuliskan namanya di dalam Al-Qur’an, apalagi dengan orang mukmin yang bersatu dan berbaur, yang mencintai orang2 shalih dan para wali Allah.’
Saya tahu yang ditekankan dalam tulisan itu yaitu keutamaan dan pentingnya berkumpul dan bergaul dengan orang2 shalih. Tapi, saat membacanya saya teringat sama kucing2 di asrama. Saking banyaknya, jumlah kucing di asrama sampai lebih dari selusin. Terus beranak dan berkembang biak. Nah, kucing2 ini selalu bikin saya jengkel. Saya sering emosi dan marah2 menghadapi kelakuan mereka.
Kucing2 itu, suka tidur di lemari baju, mengotori baju2 di dalamnya. Suka mengendus2 bahkan mencuri makanan di asrama. Selalu mendekati dan berkelakuan menyebalkan saat kita sedang makan -bikin nafsu makan hilang-. Bulu2x nempel di mana2. Suka mengacak2 tempat sampah di setiap penjuru asrama. Sering bertengkar dengan kucing lain -bahkan kami pernah menyaksikan kanibalime dimana seekor kucing memakan anak kucing yang lain- dan melakukan aktivitas seksualnya disembarang tempat. Hobinya tidur di kasur santri (yang lebih menyebalkan seringnya di kasur saya).
Alasan2 itu udah lebih dari cukup untuk menyingkirkan mereka dari asrama. Belum lagi penyakit Toxoplasma yang dapat ditimbulkan. Membahas sedikit, penyakit toxoplasma menyebabkan seorang wanita mengalami gangguan kehamilan. Kehamilan pertama mungkin bisa melalui proses persalinan tapi anak yang dilahirkan akan cacat. Dan kehamilan selanjutnya tidak akan bertahan lama atau selalu keguguran. Sejauh ini yang saya tahu belum bisa disembuhkan karena tidak memiliki gejala dan manifestasi klinis yang bisa didiagnosa. Nah, Toxoplasma ini terdapat dalam feses kucing dan bisa bertahan di alam bebas selama bertahun2. Masalahnya, feses kucing ini bisa berbaur dengan debu dan terhirup oleh manusia. Selain itu bisa saja lalat menempel di feses dan hinggap di makanan. Juga, kucing2 itu punya hobi berguling2 di tanah yang mungkin aja sudah terkontaminasi toxoplasma dan menempel di bulu2nya. Kemudian kucing itu tidur di kasur atau di tumpukan baju. Haduh....g kebayang deh besarnya resiko yang mengintai kita. Tanpa mengingkari kelucuan mereka, dengan sangat sengaja dan tidak berperasaan kami pernah mengadakan operasi kucing. Yaitu menangkapi kucing2 di asrama, memasukkan dalam dus dan membuang mereka jauh2. Sempat berhasil dan menikmati ketenangan tanpa adanya kucing. Tapi, seminggu kemudian beberapa dari kucing itu balik lagi ke asrama. Bikin saya Shock berat!!
Ini bikin saya jadi mikir. Apa kucing2 itu ingin selalu menyertai kami? (bukannya pede disebut orang2 shalih neh) apa mereka mencintai kami jadi g mau ninggalin kami. Atau mau jadi penghibur kepenatan kami? Jadi inget juga kisah seorang pelacur yang masuk surga karena memberi minum anjing yang kehausan. Apa saya bisa masuk surga kalo bersikap baik sama kucing2 itu? Apa mereka malah sebenernya ladang pahala buat saya dan teman2? Hmm... renungan yang bikin saya bingung bersikap sama kucing2 itu. Karena meski diperlakukan kasar –ditendang, dihalau dengan sapu, disemprot kispray- kucing2 itu selalu mendekati.
Jumat, April 03, 2009
Agent of Change
Sergey Brin dan Larry Page: Menemukan Google pada tahun 1998 ketika mereka baru berusia 24 tahun. Mulai di dalam garasi yang menjadi “kantor” pertama mereka, dua orang ini mengilhami ribuan anak muda untuk mencari uang online. Larry dan Sergey kemudian menciptakan perusahaan senilai satu multi milyar dollar yang mengguncangkan Internet.
Jerry Yang dan David Filo: Di tahun 1995 kedua orang ini menemukan Yahoo!, mesin pencari yang merupakan saingan terdekat Google. Jerry berusia 26 tahun dan David Filo 28 tahun ketika mereka menciptakan Yahoo!
Mark Zuckerberg: mahasiswa universitas Harvard yang menemukan Facebook sebagai satu platform jaringan sosial bagi remaja di perguruan tinggi ketika dia baru berusia 19 tahun. Facebook kini merupakan situs web jaringan sosial terbesar kedua setelah MySpace. Facebook terus tumbuh hari demi hari, dengan jutaan pengguna baru yang terus mendaftar setiap bulan!
Steve Shih Chen dan Chad Hurley: Para pencipta dari situs web “berbagi video online”, YouTube. Mereka mendirikan YouTube pada 2005 ketika Chad berusia 28 tahun dan Steve 27 tahun. YouTube kemudian diakuisisi oleh Google dengan nilai $1.65 milyar.
Matt Mullenweg: baru berusia 19 tahun ketika ia menciptakan platform blogging yang kini dipakai dimana-mana. Ia mendirikan platform blogging WordPress pada tahun 2005, dan sejak itu blogosphere pun mulai berevolusi. Orang-orang mulai berpindah dari MovableType dan platform lainnya ke WordPress, karena platform baru ini memang mudah dipakai dan selalu diperbaharui dan terus meningkat.
Tom Anderson: Menciptakan jaringan sosial #1 di dunia dengan lebih dari 100 juta pengguna, Tom Anderson mendirikan MySpace di tahun 2004 ketika ia baru berusia 23 tahun. Dia mungkin tidak sekaya Mark Zuckerberg, tapi ia tercatat sebagai pendiri dari jaringan sosial yang dipakai paling luas di Internet.
Blake Aaron Ross: Pada tahun 2003, Blake Ross mendirikan Mozilla ketika dia baru berusia 19 tahun. Sejak itu, Mozilla tumbuh sangat pesat, menggoda pengguna Internet untuk memakai penjelajah Firefox Mozilla mereka sendiri, yang terbukti memang lebih mudah dioperasikan dibandingkan kebanyakan aplikasi penjelajah web lainnya.
Pierre Omidyar:Pada tahun 1995 ketika ia baru berusia 28 tahun, Pierre Omidyar mendirikan eBay, lelangan online sedunia. Sejak itu, banyak orang-orang menghargai penemuannya, sehingga mendorong eBay menjadi platform dunia
see... orang-orang hebat yang saya g ngerti apa makanan dan isi otak mereka -yang pasti g jauh beda sama kita- sehingga bisa menemukan hal2 yang benar2 berati untuk kemajuan IPTEK. berapa persen bagian otak yang mereka gunakan? perhatikan beberapa dari mereka baru berusia 19 tahun saat mencetuskan penemuannya!! itu usia saya sekarang. tapi, saya sudah berbuat apa sejauh ini? keren! saya kagum luar biasa dengan kemampuan mereka memaksimalkan potensi otak mereka.
juga perhatikan, semua penemu itu usianya dibawah 30 tahun saat menemukan temuannya. disini benar2 terlihat jelas makna 'pemuda sebagai agent of change'
wah, pokoknya g tergambar motivasi yang meletup2 di benak saya setelah membaca tulisan ini. anda juga kan? saya juga ingin menjadi agent of change... dan itu pasti akan saya dapatkan!! mari berusaha!!!
Minggu, Maret 15, 2009
Jadikan Kekurangan sebagai kelebihan..
Tapi ada kok, orang yang pede, bahkan agak berlebih dosisnya. Yang merasa cukup dengan apa yang dimilikinya (ini pede atau qonaah y..) G usah jauh2 jg. Sy bisa dijadikan contoh. Lho, kok bisa? Ya, ada berbagai aspek kan dalam kehidupan kita yang bisa jadi kita pandang secara berbeda... di satu sisi saya merasa g pede dengan apa yang ada di diri saya. di lain sisi, saya cukup sadar bahwa saya juga memiliki kelebihan. he..
Bingungnya, pas merenungi hakikat bersyukur. Dimanakah letak syukur saat kita berada di posisi memiliki kekurangan sekaligus juga memiliki kelebihan. Kalo saya, saat menyadari kekurangan, boro2 bersyukur. Bawaannya iri dan menuntut kesamaan dengan orang yang g memiliki kekurangan itu. Tapi pas menyadari kelebihan juga, kadang lupa bersyukur.
Tau sih semua orang juga memiliki kekurangan. Allah menegaskan kalo kita bersyukur, maka Allah akan menambah nikmat kita. tapi kok susah banget y sadarnya. Jadi inget, ada cerita tentang seseorang-lupa nama dan ruang waktunya-yang ditakdirkan buta semenjak lahir. G pernah melihat indahnya dunia meski sekejap. Kalo kita, mungkin dalam kondisi seperti itu akan menyesali takdir bahkan menggugat tuhan kenapa g adil sama kita. Kenapa harus kita, bukan orang lain. Mungkin akan merasa menjadi orang paling sengsara di dunia. Tapi, orang ini tidak. Kebalikannya, dia sangat bersyukur dengan kekurangannya. Apa yang dia katakan?
“Alhamdulillah, Allah menyayangi saya dengan menjaga penglihatan saya. Beban dosa saya terkurangi dengan apa2 yang tidak bisa saya lihat. Di akhirat kelak, mata ini tidak akan memperberat timbangan dosa saya dengan bersaksi atas apa2 yang dilihatnya dan tidak diridhai oleh penciptanya.” Disini saya menangis. Memang benar, betapa banyak dosa yang ditimbulkan oleh pandangan. Dari tatapan sinis/meremehkan kita terhadap teman sampai tatapan pada apa2 yang tidak halal untuk dipandang. Tahukah? Orang ini pun selama hidupnya selalu bersemangat melakukan kebaikan. Kebutaan bukan halangan baginya. dipikir2, dia lebih beruntung dari kita. beban dosanya tentu lebih sedikit dibandingkan kita.
Jadi inget juga Rama Aditya yang dijuluki Blind Blogger yang berkecimpung di dunia teknologi komputerisasi. Meski tak dapat melihat, tapi prestasinya bahkan melebihi orang2 yang bisa melihat. kebutaan menjadikan indera perasa dan instingnya lebih kuat. Jadi sebuah motivasi buat kita semua..
saya tergelitik untuk menuliskan pengalaman saya. mengingat pesan seseorang, 'tuliskan apa-apa yang kamu pikirkan. apapun itu dan jangan takut dicela orang lain kalo kamu mau jadi penulis hebat.' he..he.. meskipun g penting, saya mau tuliskan disini apa yang kepikiran sekarang..
rahmi itu, kekanak-kanakan. didukung dengan tampang kanak-kanak yang kental dan sikap manja berlebih juga over semangat tapi rada perasa juga. makin bikin orang2 ragu kalo saya tuh udah 19 tahun! orang selalu salah menafsir umur saya. seringnya...
'umurnya 12 tahun ya..' atau,
'kayaknya masih SMP nih..'
'sama anak2 SD aja badannya masih kalah gede..'
yang paling parah, 'mukanya kaya anak TK...'
hikss... saya emang mustahil untuk belagak sok dewasa. pernah nyoba bersikap kalem dan sedikit ngomong plus ngerem kebiasaan berkomentar. tapi menderita banget jadinya. sudahlah.
awalnya, saya selalu merasa ini suatu kekurangan. merasa sebagai remaja yang terlambat dewasa, yang merasa sering diremehkan karena berwajah terlalu 'lucu'. bahkan sama adik saya yang lebih muda 5 tahun, orang sering ketuker yang mana kakak yang mana adik. karena adik saya yang lebih tinggi dan lebih dewasa penampilan dan sikapnya. dulu sering banget nagis cuma karena keinginan diakui sebagai manusia dewasa g berbanding lurus dengan sikap dan pandangn orang2...
tapi, lama-lama saya g tahan juga berkubang di lembah ke-kecewa-an dan ke-tidakpede-an ini. saya coba lihat dari sudut pandang lain. menjadi saya menyenangkan juga kok. banyak yang bilang iri sama saya-dulunya saya kira semua orang senang kalo bertampang dewasa- jadi pede kalo ngumpul sama anak2 SMA or SMP tmen2 adek saya. jadi punya banyak teman. merasa muda (emang belum tua kok). jalan kemana2 dikira anak SMP lg hang out dan suka dibaik-baikin. ongkos bus kadang seharga anak sekolahan ;) kadang jadi pusat perhatian. n banyak penggemar.. ho..ho.. yang terakhir ini g usah digubris. cuma sebentuk kenarsisan yang diturunkan papa...
yah.. intinya, selalu ada hikmah dibalik setiap kejadian. ada pelajaran yang dapat diambil dari setiap perjalanan hidup, ada nilai plus dibalik setiap kekurangan bila kita bijak memandangnya.
rahmi tetaplah rahmi, anda tetaplah anda. kita sama2 memiliki kekurangan dan kelebihan. jangan melihat orang lain. tapi fokuslah untuk memaksimalkan kelebihan diri dan memahami kekurangan diri...
Semangat!!
Senin, Februari 23, 2009
About my Papa
rambut putih udah sangat mendomisasi di sana. menandakan sudah jauhnya waktu yg beliau lalui semenjak dilahirkan. sy masih ingat, dulu saat uban papa baru bermunculan saya suka mencabuti ubannya dengan upah uang tiap helainya. kalau sekarang ubannya dicabuti, apa jadinya rambut papa?
melihat pemandangan itu, hati saya gerimis. terlintas begitu saja semua memori saya bersama papa. Papa yang galak tapi jenaka. papa yg irit tapi suka membelikan barang2 mahal. papa yang narsis suka bangga2in diri sendiri dan ngejek anaknya. papa yg suka kentut sembarangan dan suka nari2 g jelas kalo lg hepi . wah, kok kesannya papa sy aneh y? tapi, itulah kelebihan papa saya yg bikin sy bangga. disatu saat bisa galak banget kalo lagi marah. di lain waktu bisa bikin kami sekeluarga terpingkal2 dgn gaya ngocolnya.
waktu saya SD, saya sangat membanggakan papa yg menurut sy sangat cakep. dengan wajah mulus dan kulit putihnya. terlebih saat itu papa masih suka berdandan ky anak muda. wah, keren banget deh! makanya, waktu itu saya hobi banget minta papa yg ngambil raport sekolah. dengan maksud pamer papa yg kece ke Ibu2 temen sekelas. he..he..
papa yg pekerja keras, membiayai sekolahnya sendiri sejak SD. jg membiayai adik2x sampe perguruan tinggi. saya sngat termotivasi klo dnger kisah hidup papa yg sngat berat. betapa dulu keluarga sy sangat kekurangan dalam hal materi. sampai mw nonton TV pun numpang tetangga. tp berkat jerih payah papa, alhamdulillah skr Allah mengaruniai kami kecukupan materi.
pertama kali lihat papa nangis, saat papa melepas sy untuk kuliah di Jogja. saat itu, untuk pertama kalinya jg saya bilang sayang sama papa sambil meluk dan nyium beliau. saya minta maaf atas semua kesalahan sy dan berjanji akan bikin beliau bangga dgn kuliah sy. beraaat banget rasanya jauh dari orang yg selama ini selalu di dekat saya..
selama kuliah, saya orang yg dikenal sebagai yg paling akrab sm papa. awal2 kuliah papa nelpon tiap hari. sekalinya nelpon, sampe berjam2. semua sy ceritain. jd curhat gtu. sampe sekarang pun, papa masih rajin nelpon meski cm nanya "duitnya masih cukup? mw dikirimin lg gak?" atau cuma buat becandain sy. waktu wajah saya kesiram air panas dan jd bengkak menghitam, saya nangis2 nelpon papa. eh, papa malah ketawa sambil nakut2in. "awas, nanti bengkak seumur hidup" atau "bibirnya g copot kan?" menyebalkan. tp sangat menghibur sy yg lg panik bgt wktu itu.
sekarang, tiap pulang liburan sy selalu memperhatikan rambut papa. meski menurut sy papa tetep cakep, tp gurat2 ketuaan makin terlihat. dan tiap memikirkannya sy selalu meangis. selalu sy berpikir, bs g y sy mnengembalikan waktu ke masa lampau saat sy blm kuliah dan bs tiap hari bercengrama sm papa. sy tau meski galak dan suka marah2, papa sangat sayang sama kami semua. pokoknya, Always LOVE U FOREVER PAPA!!
Rabu, Februari 18, 2009
Putih itu cantik??

Tadi saya pergi ke mall. Tiba2 seorang bapak memberikan sebuah brosur produk pemutih kulit pada saya. sy pikir, buat apa. Toh kulit sy sdh putih dr sononya..~_^ Tp krn g enak, y sy terima aja. Eeh…bapak itu malah serta merta narik tangan sy dan mengoleskan krim disana. Sy kaget. Saya langsung nolak dan bapak itu malah dgn kesal meminta kembali brosur yg diberinya… what??
But, krimx dah terlanjur teroles di tangan sy. Entah krn sugesti atau apa, kok rasanya kulit sy yg diolesi krim itu dingin2 gimanaa gitu…trus kadang terasa agak panas dan merah. Eh, lama2 agak ngelupas! Krim apaan tuh?! Sugesti sy udah buruk duluan sih. Sy g suka pemutih2 ky gtu…
Sy jd teringat perempuan2 skrng yg menganggap bahwa putih itu cantik. belum lg hasutan produk2 pemutih wajah yg menjanjikan kulit putih dalam 6 hari, 7 hari, sebulan, 6 bulan…..dan janji2 gombal lainnya. Padahal g jg kok. Banyak jg orang putih yg g cantik..^_^ dan tentunya banyak jg orang hitam yg cantik. Tergantung kita memandangnya. Kalo cantik itu diidentikkan dgn putih, jd orang2 suku negro g ada yg cantik dong?? Ngaco!
Banyak yg rela melakukan apa sj demi mendapatkan kulit putih. Sampe2 sy denger ada yg mendatangi dokter kulit yg prakteknya dengan menyilet2 wajah..hii… itulah, segitu inginnya seorang perempuan tampil cantik. Ga peduli sebanyak apapun biaya yg dikeluarkan n resiko yg ditanggung.
Ada cerita, seorang perempuan berwajah mulus tapi berkulit hitam. Ia menggunakan cream yg dibeli dr temannya dgn merek g jelas. Memang, akhirnya kulitnya jd putih bersih. Tp g lama. Perlahan jerawat abnormal muncul keroyokan diwajahnya. Parah. Sampe mengeluarkan biaya besar untuk menghentikan dan mengobatinya. Tp tetep aja. Wajahnya g mungkin kembali bersih ky dulu…ini kisah nyata.
Ini Cuma sebuah cerminan. Sebenernya siapa sih yang menganggap putih itu cantik? Otak kita sudah dicekoki konsep cantik yg salah. Lebih baik menghargai diri sendiri. Bagaimanapun kita. Berlomba2 menjadi cantik tidak akan ada habisnya. Lebih baik mempercantik hati, akhlak dan ibadah kita. Pekerjaan yg sudah jelas sebagai bekal untuk kebahagiaan dan kecantikan abadi.
Tulisan ini jg sy tujukan untuk my sweet sister. Dia yg dikaruniai kulit hitam manis, skrng kyx udah capek mencoba berbagai produk pemutih kulit. Skrng sdh mulai pede dengan kulitnya. Sy ingatkan dgn pelajaran biologi tentang kromosom dimana kulit putih papa mungkin Cuma menurun pada anak pertama, yaitu sy. Ha..ha..ha..
Hm….yuk, mulai menghargai diri sendiri bagaimanapun kondisi yg diberikan Allah. Yang penting cantik di hadapan Allah…itu yg sulit dan harus diusahakan mati2an.
Minggu, Februari 08, 2009
Muslimah Award part 2..
Sy pengen cerita tentang kelanjutan seleksi muslimah award meskipun udah lama berselang.
Ceritanya, saya lolos seleksi tingkat Jogja dan maju sebagai juara pertama yang kemudian mewakili Jogja untuk seleksi tingkat nasional di Surabaya. Yg bikin heran, sy menang krn nilai presentasi sy yg tinggi. Wuaa…pdahal sy kan bukan orang yg pinter ngomong. Nah, seleksi tingkat nasional ini dilaksanakan bersamaan dengan ujian akhir semester di kampus. Wah, sy yg study oriented lngsung memutuskan untuk tetap mengikuti ujian. Apalagi ancaman kampus yg bilang g ada ujian susulan.
Tp, setelah bicara dgn berbagai pihak, rasanya kurang bijak meninggalkan seleksi yg harus sy ikuti krn skrng sy bw nama Jogja. Berat bgt…awalnya g ada pikiran sy bakal menang sih…
Akhirnya, dimulailah semua usaha untuk bisa ikut ujian susulan. Sbenernya acara dilaksanakan dr tgl 23-25 januari. Tp sy g mungkin ninggalin 2 ujian. Ngusahain 1 aja susahnya minta ampun. Kocar-kacir sy minta tanda tangan untuk surat izin ikut ujian susulan. Yaitu mata kuliah Parasitologi. Surat hrs ditandatangani oleh saya, bag. Pengajaran, ketua panitia ujian, dosen wali dan dosen mata kuliah. Mana beliau2 ini susah dicari lg. akhirnya, dgn susah payah, ampe sy smpet nagis segala krn ngerasa jalannya dipersulit…astaghfirullah… soalnya, setelah semua tanda tangan didapat, saya dioper2 terus untuk mencari orang yg bertanggung jawab atas ujian sy. Mana dibilang klo kasus ujian susulan, sering g keluar nilainya krn g jelas keberadaan kertas ujiannya…Hiks..
Akhirnya tgl 23 sore sy berangkat dgn persiapan seadanya. Naik kereta ekonomi! Hah.., seumur hidup sy blum pernah naik kereta api apalagi yg ekonomi. Pengalaman menarik sekaligus menyebalkan. Menarik krn ni pengalaman pertama kali naik kereta n sy yg suka mabok kendaraan, ternyata naik kereta enggak. Menyebalkan krn 7 jam perjalanan sy g bs tidur. ASAP ROKOKNYA ITU LHO! Hal yg saya benci setengah mati. Saya pakai slayer untuk nutupin hidung tp tetep aja kecium. Pokoknya sepanjang perjalanan sy gelisah krn dada sy sesak dan sulit bicara. Belum lagi pedagang yg g habis2nya berseliweran. Segala dijual, dari makanan, baju, kaos kaki, centong nasi, buku, sampai penggaruk punggungpun ada disana. Mana sy sempet dibentak tukang nyapu krn g bayar. Yee…mana sy tau kalo dia niat nyapu buat dapet duit. Kirain layanan KA. Soalnya nyapunya g niat bgt, g bersih, sangar lagi orangnya. ^_^
Kemudian, jam 23.00 rombongan Jogja sampai di stasiun Surabaya. Dijemput sm panitia dan check in asrama jam 23.30. semalaman g bs tidur krn panas dan g kbagian t4 tidur. Temen sekamar udah pada tidur sih. Jd g bs diminta geser.
Seleksi Muslimah Teladan Indonesia (nama seleksi tingkat nasionalnya) dilangsungkan seharian. Mulai dari tes jasadiyah : lari, merayap, sampe manjat2 tali. Udah itu presentasi karya tulis bertema “problematika dakwah muslimah di Indonesia dan solusi cerdasnya”. Dilanjut dgn cerdas-cermat dan tes tilawatil Qur’an.
Disini menyenangkan banget. Sy ketemu berbagai akhwat dari penjuru Indonesia. Ada yg dr Sulawesi, Bali, Papua, Aceh, Kalimantan, Bandung, sampe kampung halaman sy : Padang. Banyak banget pokoknya. Yg lucunya, akhwat2 delegasi Muslimah teladan Indonesia bukan tipe2 akhwat kalem dan pendiam. Mereka ngocol2. kita langsung deket meski br ketemu. Becanda2 dan agak narsis foto2. pokoknya sangat menyenangkan.
Saya belajar banyak dr mereka. Ada yg bagus ngajinya, ada yg wawasannya sangat luas, dan ada yg kemampuan bicaranya sangat memukau. Banyak yg memotivasi saya…
Pemenang seleksi tingkat nasional adalah delegasi dari Padang. Selamat..selamat... Saya menghibur diri dengan berapologi krn pemenangnya adalah angkatan 2004 yang jauh lebih tua dr sy.. he..he.. itu bukan alasan. pokoknya sy harus memperbanyak bekal!
Singkat cerita sy balik ke Yogya naik kereta api eksekutif yg ongkosnya 4 x lipat dr yg ekonomi! Krn menjelang imlek jg sih.. Tp sy tetep kecewa krn di kereta api eksekutif yg menurut sy dipilih orang2 dgn rela merogoh kocek lebih dalam untuk mendapatkan kenyamanan lebih ternyata g jauh beda sm ekonomi. Bedanya cm bersih sm g ada pedagang aja. ROKOKNYA! Tetep ada… Hhhhh….dasar masyarakat Indonesia..
Sabtu, Januari 10, 2009
Bahaya Mengintai Akhwat...
Sebenarnya issue ini marak pada beberapa bulan yang lalu. Tentang oknum tak bertanggung jawab yang suka menarik jilbab sampai terbuka di jalanan. Ini terjadi di beberapa tempat dalam waktu yang hampir bersamaan. Dan beberapa diantaranya menimpa orang-orang terdekat saya. Tak jelas sebenarnya apa tujuan si pelaku. Tapi yang pasti, sasarannya adalah muslimah yang berjilbab lebar. Sebagian besar diantaranya pada saat kejadian dalam kondisi sedang menaiki sepeda. Jadi, saat tangan sedang tak bebas karena memegang stang dan jilbab berkibar-kibar, saat itulah si pelaku beraksi. Tak diketahui apakah pelaku dari beberapa kasus tersebut adalah orang yang sama atau mereka merupakan suatu komplotan terorganisir. Tapi, kondisi dan situasi tiap kejadian hampir sama. Dengan tempat di wilayah sekitar kampus yang masih berdekatan. Dalam setiap kejadian si akhwat hampir selalu dalam keadaan sendirian di tempat yang agak sepi. Dengan posisi sedang menaiki sepeda, dari arah belakang secara perlahan ada motor yang mengiringi dan lama-lama mendekati. Setelah posisi motor tepat di belakang sepeda, kemudian si pelaku langsung menarik jilbab dari belakang kearah depan sampai terbuka semua! Setelah itu si pelaku mendahului dan menengok ke arah si akhwat. Pada kasus teman saya, jilbab yang ditarik langsung dijatuhkan di tempat kejadian. Namun pada kasus lain, jilbab tersebut malah dibawa pergi oleh si pelaku. Kabayang
Kejadian lain, masih menimpa orang terdekat saya. Yang ini kondisinya tidak sedang naik sepeda. Tapi sedang jalan kaki. Yang pertama, di tempat ramai di depan kampus. Seorang laki2 paruh baya jalan di depan kampus melewati akhwat yang sedang melakukan aksi tebar bunga di
Satu lagi, seorang akhwat sedang berjalan di jalan yang lengang pagi hari. Tiba-tiba dihampiri seorang lelaki yang langsung memegang jilbabnya. Untungnya karena dikira copet si akhwat yang waspada langsung lari sekencang-kencangnya. Masih ada beberapa kasus yang saya dengar. Tapi itu menimpa akhwat kampus lain sehingga saya kurang jelas informasinya.
Alangkah geramnya perasaan saya mendengar berita itu. Apa sih maunya mereka? Kalau sekedar ingin melihat rambut seorang wanita, kenapa tidak pelototi saja wanita-wanita yang memang sengaja membuka auratnya untuk dipamerkan pada orang-orang? Kenapa harus mengganggu wanita-wanita yang setengah mati mempertahankan manset dan kaos kaki untuk menutupi aurat mereka, apalagi jilbabnya? Ini pelecehan. Benar-benar gila!!! Sempat terpikir untuk melapor ke polisi dengan tuduhan tindakan tidak menyenangkan atau tindak pelecehan. Kami benar-benar emosi saat itu.
Saya yang mengandalkan sepeda sebagai sarana transportasi, jelas khawatir dan merasa tidak aman dengan adanya kejadian itu. Beberapa akhwat malah jadi ketakutan dan paranoid. Sebagai antisipasi, sejak itu kami menyarankan akhwat-akhwat yang bepergian untuk mengenakan jaket supaya ujung jilbabnya tak terlihat.
Selama ini saya mengira jilbab lebar yang kami pakai dapat menjadi pembenteng diri dari berbagai gangguan.Ternyata potensi untuk kena gangguan tetap ada. Berhati-hatilah. Meskipun pemberitaan tentang kejadian itu sudah surut. Tak menutup kemungkinan akan terjadi lagi. Jangan sampai itu menimpa kita. Sebagai akhwat, nampaknya kita perlu untuk membekali diri dengan kemampuan bela diri.. tetap waspada..
Sabtu, Januari 03, 2009
Muslimah Award !
Tahun baru saya awali dengan jerawat dan keikutsertaan saya dalam Muslimah Award.Ngomong-ngomong masalah jerawat, gondok banget! Pasalnya jerawat segede jagung ini. muncul di waktu dan tempat yang g tepat. Bayangin aja, jerawat itu bertengger di dahi. Di tempat yang pasti kena kalo lagi sujud. Jadilah saya rada-rada g konsen kalo pas sholat. Soalnya kesenggol dikit nyut-nyutannya minta ampun. Trus, kenapa pula itu jerawat muncul pas dilaksanainnya seleksi muslimah award? Aduh duh…
Karena jarang jerawatan dan tiba-jiba muncul gede banget, kayanya semua orang merhatiin jerawat saya.
”wah, jerawatan. Ada apa nih?”
“gede banget ukh jerawatnya.”
“aku pencet aja ya ”
“lucu, ada tombolnya…”
Yang pasti jerawat ini sangat mengganggu aktifitas saya. Jadi ingat kata-kata bijak sorang teman pas SMA dulu…
”ukh, jerawat itu salah satu bentuk ujian kecil. Sejauh mana kita bisa sabar dengan keberadaannya dan tidak memencetnya.”
Ok, saya berusaha sekuat tenaga biar jerawat itu g kepegang… ada pahalanya g ya? (^_^)
About Muslimah Award. Siapapun yang denger tentang ajang ini, saya yakin yang terlintas di benaknya hampir sama, termasuk saya. Yaitu ngapain sih ngadain acara kaya gitu? Syar’i g? banyak madhorotnya g? apa g takut ujub nantinya? Dan berbagai pertentangan lainnya. Saya sendiri awalnya g kepikiran sama sekali bakal ikutan ajang yang diadakan untuk seluruh wilayah Yogya ini, dengan tujuan mencari muslimah perwakilan yogya untuk seleksi tingkat nasional. Lihat kriteria penilaiannya : Jasadiyah, Ruhiyah, Fikriyah, udah bikin saya minder duluan. Wah, jauh deh kayanya.
Tapi, kelihatannya semua muslimah berpikiran sama : minder n g pede. Makanya yang daftar sedikit banget. Dari kampus saya malah g ada sama sekali. Padahal masing-masing kampus diwajibkan mendelegasikan minimal 2 peserta. Akhirnya setelah berbagai bujukan, rayuan bahkan paksaan yang banyak dialamatkan ke saya, akhirnya saya setuju ikutan. Dengan catatan, hanya untuk partisipasi dan cari pengalaman.
Setelah didaftarkan, saya dilanda krisis percaya diri. Minder dengan kriteria penilaian yang berat banget. Sempet kepikiran mau mengundurkan diri. Tapi akhirnya tetep ikutan…
Hari pertama. Masih dengan perasaan minder dan sibuk memuroja’ah hafalan, saya berangkat dan sampai di tempat seleksi sangat tepat waktu, pukul 08.00--kebanggaan buat saya karena ngaret saat ini kayanya sudah membudaya di negeri kita. Apalagi tempat seleksinya jauh banget, di wilayah kampus UII jalan Kaliurang.-- tempat seleksi sendiri di asrama yang masih dalam kompleks kampus. Ternyata peserta belum ada yang datang dan panitia juga belum semua datang. Acara baru dimulai pukul 09.00. tuh kan ngaret!
Acara sendiri dimulai dengan materi tentang konsep diri seorang muslimah. Setelah itu FGD sambil perkenalan dengan peserta. Dilanjut dengan materi tentang public speaking dan presentasi tentang artikel yang dibuat masing-masing peserta yang bertema ‘peran Ibu dalam kebangkitan bangsa dan peradaban.’ Saya makin g pede dengan kata-kata saya yang belepotan saking groginya. Karena saya tipe orang yang g bisa fokus memikirkan satu hal dalam satu waktu, jadinya kata-kata saya kurang tertata. Saya emang belum terlatih banget bicara di depan orang banyak. Keren banget deh lihat peserta lain yang kata-katanya sangat tertata, sitematis, mengena dan dengan pilihan kata yang tepat. Jadi iri. Kapan ya saya bisa kaya gitu… di bagian ini saya sudah merasa kalah dan bertambah minder.
Kegiatan dilanjutkan dengan seleksi berupa tes tertulis dan wawancara. Ya itu tadi, mulai dari jasadiyah, ruhiyah dan fikriyah dites semua. Berjalan lancar sih. Kegiatan hari itu ditutup dengan materi tentang peran wanita dalam dunia global sampai jam 22.00.
Hari kedua dimulai dengan tes tahsin dan tahfidz. Lumayan deg-degan karena hafalan saya banyak yang kelupaan karena jarang dimuroja’ah dan jarang dipake pas sholat. Tapi berjalan lancar juga.
Setelah itu tes jasadiyah. Kalo kemarin tes wawancaranya, sekarang prakteknya. Kami dites lari jarak pendek. Bolak-balik sampe capek sendiri baru berhenti. Ya, seorang muslimah harus sehat dan bugar. Karena itu salah satu modal agar bisa melakukan kegiatan dakwah yang terkadang sangat menguras tenaga.
Setelah bersih-bersih, kami terjun ke masyarakat. Mencari responden untuk menanyakan pandangan mereka tentang muslimah, tanggapan mereka tentang hubungan pendidikan dan peran muslimah, dan sedikit menyampaikan pengatahuan tentang muslimah pada mereka. Makan waktu 1 jam. Setelah itu presentasi hasil kerja lapangan. Humm…lancar.
Setelah itu, yang dinanti-nantikan. Pengumuman 3 besar. Tanpa diduga-duga ternyata saya masuk 3 besar dan ikut seleksi lagi tgl 10-11 di pesantren Daarush Shalihat. Ga nyangka banget. 2 orang lainnya dari UGM dan UNY. Alhamdulillah… saya yakin, kami semua bukanlah orang-orang yang shalihah. Tapi orang-orang yang akan berjuang keras untuk menjadi shalihah.
Sangat menyenangkan ikut muslimah award ini. Meski awalnya terpaksa, ternyata banyak hikmah dan manfaat yang saya ambil. Mulai dari dapat banyak teman baru, dapat tambahan ilmu, sampai memotivasi diri dan semangat untuk terus belajar dan membekali diri.

