RSS

Senin, Desember 22, 2008

Memaknai hari ibu…

Mengingatkan kita akan peran ibu yang kadang terlupa.

Biarkan aku bercerita tentang aku dan ibu…


Di rentang usiaku Ibu selalu mengiringi. Meskipun tidak ada bermanis-manis kata tentang cinta dan kasih sayang, keluarga kami berkelimpahan itu semua. Hanya saja tak diungkapkan dalam kata. Sehingga aku yang saat itu belum pandai memakna tak menyadari kasih sayang yang begitu banyak Ibu limpahkan.


Saat Ibu melarang, aku menyangka Ibu tak pengertian

Saat Ibu tak memberi, aku menyangka Ibu tak mau membahagiakan

Saat Ibu marah, aku menyangka Ibu tak sayang

Aku selalu merasa terkekang. Dan ingin coba mandiri jauh dari Ibu..


Ibu yang tegar, Ibu yang penuh semangat, Ibu yang selalu tersenyum, menitikkan air matanya saat melepas kepergianku. Usaha kuatnya menahan bulir bening itu tak mampu kaburkan kesedihannya. Saat itu, untuk pertama kalinya kucium Ibu. Aku katakan aku cinta Ibu, aku sayang Ibu, dengan sangat. Untuk pertama kalinya dalam hidup aku akan jauh dari Ibu…


Saat tak bersama Ibu, aku merasa kehilangan. Kehilangan semangat Ibu, kehilangan senyuman Ibu, kehilangan pelukan Ibu, kehilangan kecerewetan Ibu, kehilangan Kemarahan Ibu, kehilangan belaian Ibu, kehilangan perhatian Ibu…


Saat aku ingin…..

Aku tak bisa memeluk Ibu

Aku tak bisa mencium Ibu

Aku tak bisa menggenggam tangan Ibu

Aku tak bisa bercanda dengan Ibu

Aku tak bisa mengadu pada Ibu

Karena Ibu jauh…


Saat-saat bersama Ibu takkan sama seperti dulu. Aku hanya bisa menemuinya saat liburan. Dimana yang kudapati adalah Ibu semakin tua. Usia perlahan merubah fisiknya. Inginnya aku selalu didekatnya. Membaktikan penuh diriku di hari tuanya. Namun, Kebersamaan kami terbatas waktu.


Berbahagialah yang masih diberi kesempatan dekat dengan Ibu

Bahagiakanlah Ia sebelum waktu membatasi gerak kita dengan Ibu

Berbakti penuhlah padanya


Ibu….tanpamu aku bukan apa-apa dan tak akan pernah menjadi apa-apa

Aku akan bahagiakanmu Ibu. Disisa usiamu. Disisa waktu yang kumiliki bersamamu. Dengan semua daya upayaku.

Semoga hari Ibu ini bisa menjadi sebuah kontemplasi akan pengorbanan Ibu untuk kita selama ini. Jangan hanya mengingat jasanya saat hari Ibu saja. setiap hari kita harus terus meningkatkan bakti padanya…

Tidak ada komentar: