pernahkah anda mengalami sebuah perpisahan? saya yakin semua orang pernah mengalaminya meskipun hanya sebuah perpisahan dari pertemuan kecil. sudah hakikatnya kita sebagai manusia senantiasa bertemu dengan orang2 yang baru. dan dari pertemuan itu pasti ada perpisahan yang terjadi.... tidak mungkin kita bisa bersama2 selamanya dengan orang yang kita temui. mereka datang dan pergi seiring waktu.
bagaimana rasanya sebuah perpisahan? jawaban pertanyaan ini relatif, tergantung karakter dan sifat seseorang yang menghadapinya. ada orang yang biasa2 saja menghadapi setiap perpisahan (yang saya maksud disini bukan perpisahan oleh maut) ini bisa saja karena karakter orang tersebut yang tegar. ada pula yang sulit menghadapinya.
saya mungkin termasuk dalam tipe kedua. saya paling tidak suka menghadapi setiap episode perpisahan dalam kehidupan ini. sulit rasanya berpisah dari seseorang atau sesuatu yang selama ini sudah lekat dengan kita. sudah pasti usai perpisahan itu akan terjadi sebuah kerenggangan. tak bisa dipungkiri, keakraban bisa tercapai dengan adanya intensitas pertemuan. sebuah perpisahan yang mengurangi intensitas pertemuan akan mengurangi keakraban secara perlahan2. itulah yang tidak saya sukai.
hari ini, merupakan hari perpisahan saya dan teman2 dengan pihak puskesmas Kotagede 1 setelah selama sebulan kami praktek disana. sejak pagi perasaan tak menentu sudah menghinggapi saya. perasaan enggan dan sedih yang mulai mengalir sedikit demi sedikit. saat perpisahan dan pamitan saya ingin menangis tapi saya tahan karena tidak ada teman2 yang menangis. saya malu....
saya berupaya bersikap sewajarnya padahal tangis saya rasanya mau meledak. tak sanggup rasanya berhenti tiba2 dari aktivitas yang sudah menjadi rutinitas bagi saya. seperti berangkat pagi2 dengan sepeda, membantu pekerjaan di puskesmas, bincang2 dengan pihak puskesmas.... saya takut bahwa keakraban yang telah terjalin nantinya akan hilang. mungkin yang terjadi nanti kekakuan saat bertemu lagi. saya benar2 sedih.....
pulang dari puskesmas, tangis saya pecah. saya tak bisa lagi membendung perasaan saya. berkali2 tangis yang sudah reda pecah kembali. ada yang mengatakan bahwa saya ini melankolis, entahlah yang pasti saya sulit untuk melupakan sesuatu yang sebelumnya akrab dengan saya. bahkan kucing matipun bisa saya tangisi, ada orang yang menginap beberapa hari di rumah dan kemudian pergipun akan membuat saya merasa kehilangan....
begitulah hidup ini. tak ada yang abadi. semua pada saatnya akan pergi satu per satu dari sisi kita. sah2 saja menangis karena itu adalah ungkapan perasaan. tapi jangan sampai berlarut2. itulah kenapa saya memberi judul 'jenak kesedihan' karena kesedihan itu memang hanya sejenak. setelah beberapa waktu seiring kita kembali ke rutinitas sebelumnya atau melakukan rutinitas baru, rasa sedih itu akan hilang dengan sendirinya. tinggal menunggu perpisahan lainnya yang menanti.
perpisahan ini bisa menjadi pelatihan kepekaan perasaan kita. kita juga jadi lebih menghargai keberadaan seseorang karena tahu pasti akan berpisah. juga untuk meyekini bahwa kita sendiri pada waktunya nanti akan meninggalkan semua orang2 terkasih menuju sebuah kehidupan yang abadi....barangkali episode perpisahan dalam hidup kita merupakan sebuah pengingat dari Allah untuk diri kita...pada sebuah perpisahan yang lebih besar
Sabtu, Agustus 23, 2008
Rabu, Agustus 20, 2008
segan yang bikin deg2an....
kita sering merasakan perasaan segan pada orang lain. biasanya sie pada yang lebih tua atau yang punya jabatan lebih tinggi. rasa ini seringkali membuat kita tidak menjadi diri sendiri. terkadang jadi sulit untuk meneguhkan pendirian...
itulah yang saya alami saat ini. sejak dulu, saya selalu bertekad tidak akan pernah boncengan motor sama laki2 yang bukan mahrom saya,tukang ojek sekalipun. tapi entah kenapa karena rasa segan saya jadi longgar terhadap tekad itu.
ceritanya, saat ini saya sedang praktek kerja di puskesmas selama sebulan. selama itu, saya harus mencoba praktek di dalam gedung dan luar gedung. nah, yang diluar gedung itulah yang baru saja saya lakukan. sebut saja yandu. karena lokasi, tim yandu yang terdiri dari dua orang bapak2, satu ibu2, seorang mas2 dan dua orang mahasiswa (termasuk saya) diharuskan naik motor.
teman saya yang juga seorang akhwat langsung memilih boncengan dengan ibu2. tinggal saya yang kebingungan. pinginnya sih boncengan sama bapak2 yang sudah nikah. tapi karena situasi dan rasa segan itu, akhirnya saya boncengan sama mas2.... dan bodohnya saya (mungkin juga karena grogi), tas peralatan yang seharusnya bisa untuk pembatas malah saya pangku... padahal, mas2x itu kayaknya paham akan keengganan saya. terlihat dari ucapanya "wah, saya ga berani bonceng mbakx, bukan mahrom..." atau terlihat dari tindakan masx yang langsung nyimpan tas peralatan dibelakangnya untuk pembatas (tapi karena saking bingungnya malah g kepikiran dan g direspon sama saya) masnya juga kelihatan g enak dan risih.
saya bertekad, pulangnya saya harus boncengan sama bapak2 aja. tapi, ya Robbi.... situasi berkehendak lain. ibu2 tsb dengan seorang bapak2 ternyata g akan balik ke puskemas, langsung pulang. jd teman saya disuruh boncengan sama bapak2. alhasil, saya terpaksa boncengan lagi sama masx.....tapi kali ini dengan dibatasi tas.....
dari kejadian ini, saya belajar banyak hal. pertama, saya harus lebih tegas lagi dalam mempertahankan prinsip. kedua, dalam beramal itu tidak ada yang namanya itsar. terlihat dari teman saya yang 'menyelamatkan diri dan prinsipnya sendiri' dan membiarkan saya boncengan sama mas2 itu. ketiga, harus pandai dalam menempatkan rasa segan. keempat, harus tanggap dalam mencari alternatif lain. pokoknya, sampai benar2 mentok atau g usah ikut ja sekalian.(padahal tempat yandunya g seberapa jauh. ada sebuah penyesalan kenapa saya g naik sepeda aja). kelima, saya harus bisa bawa motor!
pesan saya, pandai2lah dalam mengelola rasa segan. saya banyak belajar dari kejadian ini. semoga kejadian serupa tidak terulang lagi pada diri saya dan anda............
note: maksud dari judul ini adalah karena dalam perjalanan sampai saya pulang dan menuliskanya disini, saya merasakan perasaan bersalah. saya deg2an takut kejadian itu akan berefek sesuatu (semoga tidak), saya takut jadi mengotori hati saya maupun mas2 itu. saya merasa hal itu sebenarnya bisa dihindari. tapi, yah, itu pelajaran berharga buat saya dalam mempertahankan prinsip. ya Allah....Engkau maha mengetahui apa yang ada di hati hambamu ini....selamatkan hamba dari segala penyakitnya....
itulah yang saya alami saat ini. sejak dulu, saya selalu bertekad tidak akan pernah boncengan motor sama laki2 yang bukan mahrom saya,tukang ojek sekalipun. tapi entah kenapa karena rasa segan saya jadi longgar terhadap tekad itu.
ceritanya, saat ini saya sedang praktek kerja di puskesmas selama sebulan. selama itu, saya harus mencoba praktek di dalam gedung dan luar gedung. nah, yang diluar gedung itulah yang baru saja saya lakukan. sebut saja yandu. karena lokasi, tim yandu yang terdiri dari dua orang bapak2, satu ibu2, seorang mas2 dan dua orang mahasiswa (termasuk saya) diharuskan naik motor.
teman saya yang juga seorang akhwat langsung memilih boncengan dengan ibu2. tinggal saya yang kebingungan. pinginnya sih boncengan sama bapak2 yang sudah nikah. tapi karena situasi dan rasa segan itu, akhirnya saya boncengan sama mas2.... dan bodohnya saya (mungkin juga karena grogi), tas peralatan yang seharusnya bisa untuk pembatas malah saya pangku... padahal, mas2x itu kayaknya paham akan keengganan saya. terlihat dari ucapanya "wah, saya ga berani bonceng mbakx, bukan mahrom..." atau terlihat dari tindakan masx yang langsung nyimpan tas peralatan dibelakangnya untuk pembatas (tapi karena saking bingungnya malah g kepikiran dan g direspon sama saya) masnya juga kelihatan g enak dan risih.
saya bertekad, pulangnya saya harus boncengan sama bapak2 aja. tapi, ya Robbi.... situasi berkehendak lain. ibu2 tsb dengan seorang bapak2 ternyata g akan balik ke puskemas, langsung pulang. jd teman saya disuruh boncengan sama bapak2. alhasil, saya terpaksa boncengan lagi sama masx.....tapi kali ini dengan dibatasi tas.....
dari kejadian ini, saya belajar banyak hal. pertama, saya harus lebih tegas lagi dalam mempertahankan prinsip. kedua, dalam beramal itu tidak ada yang namanya itsar. terlihat dari teman saya yang 'menyelamatkan diri dan prinsipnya sendiri' dan membiarkan saya boncengan sama mas2 itu. ketiga, harus pandai dalam menempatkan rasa segan. keempat, harus tanggap dalam mencari alternatif lain. pokoknya, sampai benar2 mentok atau g usah ikut ja sekalian.(padahal tempat yandunya g seberapa jauh. ada sebuah penyesalan kenapa saya g naik sepeda aja). kelima, saya harus bisa bawa motor!
pesan saya, pandai2lah dalam mengelola rasa segan. saya banyak belajar dari kejadian ini. semoga kejadian serupa tidak terulang lagi pada diri saya dan anda............
note: maksud dari judul ini adalah karena dalam perjalanan sampai saya pulang dan menuliskanya disini, saya merasakan perasaan bersalah. saya deg2an takut kejadian itu akan berefek sesuatu (semoga tidak), saya takut jadi mengotori hati saya maupun mas2 itu. saya merasa hal itu sebenarnya bisa dihindari. tapi, yah, itu pelajaran berharga buat saya dalam mempertahankan prinsip. ya Allah....Engkau maha mengetahui apa yang ada di hati hambamu ini....selamatkan hamba dari segala penyakitnya....
my blog....
hmm...................
akhirnya punya blog juga. yang melatarbelakangi adalah keinginan untuk berbagi dan mengasah kemampuan menulis. y, saya akan berbagi semua informasi mulai dari yang bermanfaat buat diri saya sendiri dan orang lain, sampai yang tidak bermanfaat buat saya maupun orang lain.
buat yang berminat baca, terimkasih banyak. kemungkinan kedepannya blog ini akan jadi tempat saya mencurahkan perasaan.... ^_^selamat membaca
akhirnya punya blog juga. yang melatarbelakangi adalah keinginan untuk berbagi dan mengasah kemampuan menulis. y, saya akan berbagi semua informasi mulai dari yang bermanfaat buat diri saya sendiri dan orang lain, sampai yang tidak bermanfaat buat saya maupun orang lain.
buat yang berminat baca, terimkasih banyak. kemungkinan kedepannya blog ini akan jadi tempat saya mencurahkan perasaan.... ^_^selamat membaca
