Sabtu, Desember 27, 2008
dakwah! dengan apapun yang kita miliki.......
memang fitrahnya y cewek tuh memperhatikan penampilannya.... g terkecuali saya. tapi..... yang ada dalam persepsi saya adalah memperhatikan penampilan dalam hal menjaga kebersihan dan kerapian. ya....mungkin termasuk perawatan2 khas cewek kali y...
saya sepakat dengan kata perawatan. semua yang Allah berikan pada kita harus kita rawat. dangan disia-siakan apalagi sampe menzalimi.. karena itu salah satu bentuk syukur kita.
herannya, kok ada ya orang yang super cuek sama penampilannya. mulai dari yang tampak luar: baju yang lecek, kotor, kumal, pokoknya bikin risih yang lihat. bisa sih khusnudzon siapa tw strikaannya rusak atau orangnya super sibuk. tp sampe kapan? belum lagi kalo orang tersebut g memperhatikan hal2 terkait tubuhnya. contoh: males mandi! wuaaa.... saya cuma menoleransi ini kalo ada uzur syar'i semacam ga ada air or lagi sakit. selebihnya, tidakk............
wah, kesannya saya ribut banget y soal penampilan ini. but, ini memang penting! apalagi untuk kita sebagai orang yg mengaku muslim. islam tuh cinta keindahan. malah disebutkan dengan jelas 'kebersihan sebagian dari iman'. so, buat kamu2 yg 'jorok' berarti imanmu tinggal setengah! g rela kan? makanya...
g susah kok jaga kebersihan. yg penting kemauan dari dalam diri sendiri. kenapa saya pingin nulis tentang ini? karena saya merasa sangat terganggu dengan seorang teman yang -maaf- menurut saya sudah sangat keterlaluan dalam menelantarkan penampilannya. dengan berdalih sebagai seorang aktivis dakwah yang super sibuk, dengan santainya dia bilang "kita sebagai aktivis dakwah, g ada waktu untuk memikirkan diri sendiri. kepentingan umat jauh lebih mendesak. masih banyak orang yang harus kita dakwahi..." setuju banget kalo kita harus memikirkan umat. tapi, gimana kita mau berdakwah kalo diri kita sendiri g mencerminkan nilai2 islam itu sendiri? kita mau berkoar2 bahwa islam itu indah sedangkan penyampainya sendiri tidak indah? kita mau bilang kalau islam itu mengajarkan tawazun sedangkan kita tidak bisa seimbang dalam mengatur hidup kita sendiri. gimana dakwah kita akan didengar?
berhubungan dengan ini, ada kisah yang sangat membekas di benak saya dan tidak akan saya lupakan. tentang sepupu saya. dulu dia seorang akhwat yang menurut saya sangat taat menjalankan islam. benar2 seorang akhwat meski baru tersentuh nilai islam dan baru mempelajarinya. dengan penampilan keseharian dengan gamis dan jilbab panjangnya. tapi apa yang terjadi kemudian? sekarang penampilannya berbalik 180 derajat. keseharian menggunakan jeans ketat dengan baju2 yang tak kalah ketat pula. menggunakan jilbab pun, sekenanya. malah terkadang g pakai. tau alasannya? dia pernah cerita sama saya kalau dia trauma sama akhwat! akhwat2 disekitarnya yang jorok, cuek kalo berpakaian g peduli warna dan corak, model2 baju yang old bgt..... bikin dia antipati sebelum mengenal lebih dalam tentang islam itu sendiri. saya sangat sedih.... sejak itu saya sadar bahwa dakwah itu g cuma koar2 lewat mulut. tapi juga melalui perilaku dan penampilan kita. pernah dengar bahwa 1 teladan jauh lebih baik daripada 1000 nasehat? mudah2an g ada lagi orang2 seperti sepupu saya yang hidayahnya terhalang karena pembawa nama islam sendiri.
back to my friend. saya sendiri g setuju dengan memoles kecantikan dengan berlebihan. cukup merawat karena kita ini sudah diciptakan dengan penuh keindahan dan kesempurnaan. tugas kita tinggal menjaganya dan mengoptimalkan fungsinya. teman, dakwah bukan suatu alasan untuk kita menzalimi diri sendiri. kenapa menzalimi? coba...kalo udah jerawatan. histeris sendiri. ribut cari obat jerawat. padahal pas dibilangin rajin bersihin muka malah beralasan buang2 waktu. atau kalo udah kena penyakit kulit. sibuk cari obat dan konsultasi ke dokter. padahal pas disuruh rajin mandi, berdalih sibuk atau kecapean. saya cuma perempuan biasa yang mungkin meski berlabel 'akhwat' kadang ingin tampil cantik. tapi, saya tau batasannya. saya niatkan semua itu bagian dari dakwah saya.
saya mendengar seorang cewek berkata "wah, teteh itu cantik ya meski pake kerudung lebar. ternyata pake jilbab juga bisa tetep cantik ya. jadi pingin deh." salah satu langkah awal dakwah. dakwah memang begini prosesnya. g bisa kita langsung bilang menampakkan aurat itu dosa! pake jilbab itu wajib! yang penting kita menyentuh hatinya terlebih dahulu.... dengan cara yang lembut.
jadi, untuk para aktivis dakwah khususnya akhwat -ikhwan tidak dikecualikan disini- kita bisa berdakwah dengan apa saja. termasuk dengan pnampilan kita. maka, jagalah kebersihan dan kerapian. tunjukkan bahwa islam itu indah. Allahu Akbar!!!
Senin, Desember 22, 2008
Memaknai hari ibu…
Mengingatkan kita akan peran ibu yang kadang terlupa.
Biarkan aku bercerita tentang aku dan ibu…
Di rentang usiaku Ibu selalu mengiringi. Meskipun tidak ada bermanis-manis kata tentang cinta dan kasih sayang, keluarga kami berkelimpahan itu semua. Hanya saja tak diungkapkan dalam kata. Sehingga aku yang saat itu belum pandai memakna tak menyadari kasih sayang yang begitu banyak Ibu limpahkan.
Saat Ibu melarang, aku menyangka Ibu tak pengertian
Saat Ibu tak memberi, aku menyangka Ibu tak mau membahagiakan
Saat Ibu marah, aku menyangka Ibu tak sayang
Aku selalu merasa terkekang. Dan ingin coba mandiri jauh dari Ibu..
Ibu yang tegar, Ibu yang penuh semangat, Ibu yang selalu tersenyum, menitikkan air matanya saat melepas kepergianku. Usaha kuatnya menahan bulir bening itu tak mampu kaburkan kesedihannya. Saat itu, untuk pertama kalinya kucium Ibu. Aku katakan aku cinta Ibu, aku sayang Ibu, dengan sangat. Untuk pertama kalinya dalam hidup aku akan jauh dari Ibu…
Saat tak bersama Ibu, aku merasa kehilangan. Kehilangan semangat Ibu, kehilangan senyuman Ibu, kehilangan pelukan Ibu, kehilangan kecerewetan Ibu, kehilangan Kemarahan Ibu, kehilangan belaian Ibu, kehilangan perhatian Ibu…
Saat aku ingin…..
Aku tak bisa memeluk Ibu
Aku tak bisa mencium Ibu
Aku tak bisa menggenggam tangan Ibu
Aku tak bisa bercanda dengan Ibu
Aku tak bisa mengadu pada Ibu
Karena Ibu jauh…
Saat-saat bersama Ibu takkan sama seperti dulu. Aku hanya bisa menemuinya saat liburan. Dimana yang kudapati adalah Ibu semakin tua. Usia perlahan merubah fisiknya. Inginnya aku selalu didekatnya. Membaktikan penuh diriku di hari tuanya. Namun, Kebersamaan kami terbatas waktu.
Berbahagialah yang masih diberi kesempatan dekat dengan Ibu
Bahagiakanlah Ia sebelum waktu membatasi gerak kita dengan Ibu
Berbakti penuhlah padanya
Ibu….tanpamu aku bukan apa-apa dan tak akan pernah menjadi apa-apa
Aku akan bahagiakanmu Ibu. Disisa usiamu. Disisa waktu yang kumiliki bersamamu. Dengan semua daya upayaku.
Semoga hari Ibu ini bisa menjadi sebuah kontemplasi akan pengorbanan Ibu untuk kita selama ini. Jangan hanya mengingat jasanya saat hari Ibu saja. setiap hari kita harus terus meningkatkan bakti padanya…
Warna Hidup Kita
Merahnya semangat. Menggelora berjuang dalam optimalisasi diri guna bisa memberi dan menegakkan kalimah ilahi.
Birunya hati. Senantiasa suci dan mudah memaknai. Tak dibiarkan merah jambu sebelum waktunya.
Kuningnya pemikiran. Cemerlang menelurkan ide-ide dan gagasan yang bisa merubah wajah dunia menjadi lebih baik.
Putihnya perilaku. Teguh menapaki jalan ilahi. Tak mudah berbelok tercoreng warna-warna kelam menyesatkan.
Hitamnya tekad. Kelam menghujam. Pekat tak terwarnai namun bisa menghitamkan semua warna.
Baurkanlah warna-warna itu agar terbentuk nila, jingga, hijau, coklat dan jutaan warna lainnya.
Agar hidup kita makin indah. Warna warni penuh gairah
Lalu bentuklah sebuah lukisan.
Yang akan menggambarkan kehidupan kita di surga.
Jumat, November 28, 2008
kusapa dunia
mengapa begini?
salahkah bila kuanggap semua orang baik?
terlalu poloskah?
itu yang selalu melintasi benakku
kuanggap semua orang baik
karena yang kulihat
hanya sisi baik dari diri seseorang
tapi mengapa.....
belakangan ini aku kerap merasa kecewa
menemukan bahwa mereka punya sisi kelam
yang sulit ditoleransi
Sabtu, Oktober 25, 2008
ujianMu jg bisa berupa kesenangan
aku merasakanya dan aku sedang menjalaninya
Kau berikan aku kesenangan
aku tak mau terlena....
aku tak mau terlupa....
semua milikMu
tak ada yg bisa kubangga
aku bersyukur.....
Engkau menganugerahkan semuanya
namun, mampukah aku?
menjaga amanahMU agar tak mendzalimi
agar tak menjerumuskan
orang-orang sekitarku
bantu aku Rabb....
menjadi gadis terindah
tak hanya dimata manusia
namun juga di mataMu......
Minggu, Oktober 12, 2008
kangen!
dah dr hari sabtu sih.
pengen nulisin event perpisahan pas balik ke jogja. soalx sy g suka perpisahan....T_T
hari pertama d sukaboemi......
nyampe jam 7 pagi! turun di talang. dan tahukah? dsana papa ma vina dah stand by dgn motorx. pas turun lngsung disambut gitu. terharu bgt........ mana katax dah nungguin dsana sejak jam 5. sy tau papa khawatir coz ni prjalanan pertama sy yg bner2 sndiri. gda tmen sma skali. papa cemas coz bus rajawali yg lewat udah 2 bus tp g ada yg turun dsana. takutx sy mabok prjlanan n puyeng kali y.... tp bneran, sy mabok. coz pas sahur lupa minum antimo. g makan lg. sepanjang jalan perut rasa diputer2.
baru dateng so pasti cape bgt. tp berhubung rumah baru, jadilah pas nyampe rumah g langsung istirahat tapi sy muterin rumah and vina ma papa jadi guidex nunjukin setiap sudut rumah. wuahh....rumahnya enak bgt. TOP BGT deh.....(mnurut sy lho).
udah kangen2an papa lngsung ke toko. sy sm vina d rumah. y langsung istirahat lah. eh, bangun tidur mendapati vina lg nangis disamping sy. pilu bgt kyx. ternyata si bungsu nangisin sy..
vina: "hu....... katax uni (pnggilan kaka' prempuan d padang) d sini cuma 3 minggu... hu....vina kan kangen uni...."
jelas kaget lah. orang baru dateng dy dah ngomong gtu. jd ikutan sedih.
selama liburan vina sering bgt nangis kalo inget sy harus balik k jogja lg. malah sampe minta pindah skul k jogja segala. itu cara dia nunjukin sayangnya. dy suka beliin sy mkanan meski tetap sesuai dgn sakunya (biasanya beliin chiki2 yang hargax 100an atau 500an. lengket bgt. kmn sy pergi dy ngikut. uni sayang vina....
yuvi. adek pertama. ni orang jaimx minta ampun. sok biasa gtu pas sy dtg. tp sy tau dy seneng. dy lngsung minta sy cerita pengalaman d jogja. cerita2 gtu. sm yg ini rada nyambung. anakx gaul, supel, banyak temen, cuek n banyak penggemarx...(ha..ha...) dan yg pasti narsiz minta ampun (turunan papa kali y. jd orang sk kelewat pede)
yuvi: "heh. gw sebel sama loe. tiap sms minta kirimin pulsa aja. morotin gw loe mah. untung gw ini orang yg baik hati dan tidak sombong."
gw: "alaah. gw tau loe banyak duit. apa2 tinggal 'ting' ke bos banker (papa). gw mana bisa?"
akrab bgt sm dy. dah ky temen dket. soalx dy tuh cepet dewasax. selama liburan sy tetep morotin dy. apa2 minta beliin. pi...sorry bgt y. makasih bwat semuax. uni jg sayang yuvi...
mama slama liburan sering cerita2 sm sy. semua sy ceritain deh. mama sering bgt meluk. beliin smua macem2, masak makanan kesukaan sy.
mama:"nih, mama beliin buah. tiap beli buah2an mama selalu inget kamu. kepikiran, disana masih suka hobi makan buah g y?" (aslinya ni kata2 pke bhs padang) hmm....I love u so much mom....
papa jg rada cuek. tapi apa yg sy minta selalu dikasih. cara ungkapan sayangx beda.... sering nasehatin. beliin makanan2 yg dah lama g sy makan (wisata kuliner ceritax).
papa: "sil, lapar g? kita beli martabak telor yuk. mau makan apa ntar siang?" (bhs padang jg)
I love u so much too...papa
paling seru kalo ngumpul sekeluarga. becanda2, cerita2 sambil makan2. suka bikin ketawa sampe sakit perut kalo papa dah datang narsizx.
papa: "wah, tau g? mama tuh dulunya item. tapi pas sama papa aja jadi ketularan putih gitu..."
ha...ha...! banyak bgt rekaman percakapan yg g bs sy lupain. krn sy cm bs pulang 2 kali setahun, momen2 itu jarang bgt dirasain....
yg paling g mau sy hadepin....perpisahan. sedih bgt klo inget kebersamaan sm keluarga bkal berakhir lg. hari2 terakhir dah kerasa sedihnya. jadi pada kalem.
hari keberangkatan.....
pas berangkat adek2 sy sama temen2x nganter sy sampe keluar gang. terharu. temen2 vina sedih bgt sy pergi. mereka meluk sy terus. minta sy jgn pergi, nanya kapan pulang lagi. padahal kita baru kenal. so sweet...
sekeluarga nganter ke terminal. sediiiiiiihhhhhh bgt. vina nangisnya kenceng banget. yuvi nangis pas sy peluk. mama nangis pas sy cium pipinya. papa memalingkan muka udah sy peluk. sy tau semua sedih. semua sayang sy. sy jg sayang sama semuanya.... sy bertekad akn berusaha membahagiakan papa mama yg dah kerja keras untuk sy... sy akan berikan yang terbaik untuk mereka. selama sy msh bisa dan masih punya kesempatan.
sampe ketemu liburan mendatang semuanya....
Rabu, Oktober 08, 2008
change of mind (bner g sie penulisanx...)
tp, betah bgt d rumah. g mau rasanya jauh dr keluarga lg....
but......... sy k yogya kan bwat nuntut ilmu.... kalau sukses nanti, keluarga juga kan yg bangga.
humm.... liburan di rumah ngapain ja y.....?
banyak yg mau sy tulis dsini. tp kadang rasa malas mengalahkan segalanya... (ke warnet 2 malez bgt...)
banyak sesuatu di rumah yg biQn pandangan hidup sy sdikit berubah...
contohnya, ttg gmn hrs bersikap. selama ini sy terjebak dalam pemikiran bahwa seorang akhwat itu hrs pendiam, lemah lembut, kaku (thp ikhwan y...), bahasax islami (ana antum gtu..) seperti yg selama ini sy jalani.... yang ternyata malah biQn sy bingung sm kpribadian sy sendiri.
sbenernya sy anak yg ceria, lincah, banyak omong, g bs diem jg pengen temenan sama semua orang.... but, selama ini sy selalu beranggapan bahwa sikap or sifat sy tu g sesuai untk seorang akhwat (parah bgt y....) makanya, selama ini sy slalu berusaha menekan semua itu. sy jd anak yg kalem, pendiem, kurang bergaul (gaulx sama yg jilbaber doang) pkox bersikap yg 'bukan sy bgt!' jujur sy tertekan.
pas kuliah, sy mulai nyadar. sy g bakal bisa nunjukin ke orang2 klo islam tu rahmatan lil 'alamin kalo sikap sy kaya gitu. Qt umat islam kan harus menunjukkan bahwa islam itu indah melalui sikap kita sebagai pengikutx.... islam itu fleksibel asal Qta masih dalam batas2 syar'i....
sy teringat masa SMA.... rasax sayang ja (bukan penyesalan sih...) sy hrsx bisa deket sm temen2 sekelas. tp, sy malah menciptakan jarak yg bikin kberadaan sy dikelas cm bikin mereka segan. y...sy ngrasa mereka cm nganggep sy sbg teman yg baik (krn sy cuma nunjukin sikap baik) ada sih yg curhat....tpi itu, mreka minta solusi krn percaya sm sy. ga ada kedekatan yg intim yg sy rasain. mereka pada manggil sy 'teh rahmi'. kerasa banget jaraknya kan? sy akui, saat itu sy seneng krn ngerasa dihargai. tp apa itu yg sy cari?
efeknya, setelah lulus saat ketemuan terasa hambar...... sy sih seneng bgt ktmu mereka (bukanx su'udzhon) tp apa yg bisa mereka inget kenangn ttg sy? sy yg jarang dikelas? sy yg selalu ke mesjid tiap istirahat? sy yg kemana2 sama yg jilbaban gede? sy yg kurang terbuka sama temen2? sy yg bingung ga nyambung mo ngomongin apa pas lagi kumpul sama mereka? apa?? dimana2 kangen saat ketemuan itu karena ada kenangan indah kebersamaan yg pernah dilewati.
sekarang sy sadar!! sy harus merubah persepsi dan sikap tentang semua itu. gimana kita mau berdakwah sama teman kalau yang tampak di mata mereka adalah an angel yg tampak tak punya salah dan sulit dicontoh? prinsip sy, Qt berbaur tp tdk melebur!
sekarang, sy bertekad akn selalu berusaha jadi diri sendiri. (tetep dalam koridor islam tentux. Qur'an dan sunnah always jd pedoman...) emang akhwat tu harus pendiem? gak kok....... be urself z!
Sabtu, Agustus 23, 2008
Jenak Kesedihan dalam episode perpisahan
bagaimana rasanya sebuah perpisahan? jawaban pertanyaan ini relatif, tergantung karakter dan sifat seseorang yang menghadapinya. ada orang yang biasa2 saja menghadapi setiap perpisahan (yang saya maksud disini bukan perpisahan oleh maut) ini bisa saja karena karakter orang tersebut yang tegar. ada pula yang sulit menghadapinya.
saya mungkin termasuk dalam tipe kedua. saya paling tidak suka menghadapi setiap episode perpisahan dalam kehidupan ini. sulit rasanya berpisah dari seseorang atau sesuatu yang selama ini sudah lekat dengan kita. sudah pasti usai perpisahan itu akan terjadi sebuah kerenggangan. tak bisa dipungkiri, keakraban bisa tercapai dengan adanya intensitas pertemuan. sebuah perpisahan yang mengurangi intensitas pertemuan akan mengurangi keakraban secara perlahan2. itulah yang tidak saya sukai.
hari ini, merupakan hari perpisahan saya dan teman2 dengan pihak puskesmas Kotagede 1 setelah selama sebulan kami praktek disana. sejak pagi perasaan tak menentu sudah menghinggapi saya. perasaan enggan dan sedih yang mulai mengalir sedikit demi sedikit. saat perpisahan dan pamitan saya ingin menangis tapi saya tahan karena tidak ada teman2 yang menangis. saya malu....
saya berupaya bersikap sewajarnya padahal tangis saya rasanya mau meledak. tak sanggup rasanya berhenti tiba2 dari aktivitas yang sudah menjadi rutinitas bagi saya. seperti berangkat pagi2 dengan sepeda, membantu pekerjaan di puskesmas, bincang2 dengan pihak puskesmas.... saya takut bahwa keakraban yang telah terjalin nantinya akan hilang. mungkin yang terjadi nanti kekakuan saat bertemu lagi. saya benar2 sedih.....
pulang dari puskesmas, tangis saya pecah. saya tak bisa lagi membendung perasaan saya. berkali2 tangis yang sudah reda pecah kembali. ada yang mengatakan bahwa saya ini melankolis, entahlah yang pasti saya sulit untuk melupakan sesuatu yang sebelumnya akrab dengan saya. bahkan kucing matipun bisa saya tangisi, ada orang yang menginap beberapa hari di rumah dan kemudian pergipun akan membuat saya merasa kehilangan....
begitulah hidup ini. tak ada yang abadi. semua pada saatnya akan pergi satu per satu dari sisi kita. sah2 saja menangis karena itu adalah ungkapan perasaan. tapi jangan sampai berlarut2. itulah kenapa saya memberi judul 'jenak kesedihan' karena kesedihan itu memang hanya sejenak. setelah beberapa waktu seiring kita kembali ke rutinitas sebelumnya atau melakukan rutinitas baru, rasa sedih itu akan hilang dengan sendirinya. tinggal menunggu perpisahan lainnya yang menanti.
perpisahan ini bisa menjadi pelatihan kepekaan perasaan kita. kita juga jadi lebih menghargai keberadaan seseorang karena tahu pasti akan berpisah. juga untuk meyekini bahwa kita sendiri pada waktunya nanti akan meninggalkan semua orang2 terkasih menuju sebuah kehidupan yang abadi....barangkali episode perpisahan dalam hidup kita merupakan sebuah pengingat dari Allah untuk diri kita...pada sebuah perpisahan yang lebih besar
Rabu, Agustus 20, 2008
segan yang bikin deg2an....
itulah yang saya alami saat ini. sejak dulu, saya selalu bertekad tidak akan pernah boncengan motor sama laki2 yang bukan mahrom saya,tukang ojek sekalipun. tapi entah kenapa karena rasa segan saya jadi longgar terhadap tekad itu.
ceritanya, saat ini saya sedang praktek kerja di puskesmas selama sebulan. selama itu, saya harus mencoba praktek di dalam gedung dan luar gedung. nah, yang diluar gedung itulah yang baru saja saya lakukan. sebut saja yandu. karena lokasi, tim yandu yang terdiri dari dua orang bapak2, satu ibu2, seorang mas2 dan dua orang mahasiswa (termasuk saya) diharuskan naik motor.
teman saya yang juga seorang akhwat langsung memilih boncengan dengan ibu2. tinggal saya yang kebingungan. pinginnya sih boncengan sama bapak2 yang sudah nikah. tapi karena situasi dan rasa segan itu, akhirnya saya boncengan sama mas2.... dan bodohnya saya (mungkin juga karena grogi), tas peralatan yang seharusnya bisa untuk pembatas malah saya pangku... padahal, mas2x itu kayaknya paham akan keengganan saya. terlihat dari ucapanya "wah, saya ga berani bonceng mbakx, bukan mahrom..." atau terlihat dari tindakan masx yang langsung nyimpan tas peralatan dibelakangnya untuk pembatas (tapi karena saking bingungnya malah g kepikiran dan g direspon sama saya) masnya juga kelihatan g enak dan risih.
saya bertekad, pulangnya saya harus boncengan sama bapak2 aja. tapi, ya Robbi.... situasi berkehendak lain. ibu2 tsb dengan seorang bapak2 ternyata g akan balik ke puskemas, langsung pulang. jd teman saya disuruh boncengan sama bapak2. alhasil, saya terpaksa boncengan lagi sama masx.....tapi kali ini dengan dibatasi tas.....
dari kejadian ini, saya belajar banyak hal. pertama, saya harus lebih tegas lagi dalam mempertahankan prinsip. kedua, dalam beramal itu tidak ada yang namanya itsar. terlihat dari teman saya yang 'menyelamatkan diri dan prinsipnya sendiri' dan membiarkan saya boncengan sama mas2 itu. ketiga, harus pandai dalam menempatkan rasa segan. keempat, harus tanggap dalam mencari alternatif lain. pokoknya, sampai benar2 mentok atau g usah ikut ja sekalian.(padahal tempat yandunya g seberapa jauh. ada sebuah penyesalan kenapa saya g naik sepeda aja). kelima, saya harus bisa bawa motor!
pesan saya, pandai2lah dalam mengelola rasa segan. saya banyak belajar dari kejadian ini. semoga kejadian serupa tidak terulang lagi pada diri saya dan anda............
note: maksud dari judul ini adalah karena dalam perjalanan sampai saya pulang dan menuliskanya disini, saya merasakan perasaan bersalah. saya deg2an takut kejadian itu akan berefek sesuatu (semoga tidak), saya takut jadi mengotori hati saya maupun mas2 itu. saya merasa hal itu sebenarnya bisa dihindari. tapi, yah, itu pelajaran berharga buat saya dalam mempertahankan prinsip. ya Allah....Engkau maha mengetahui apa yang ada di hati hambamu ini....selamatkan hamba dari segala penyakitnya....
my blog....
akhirnya punya blog juga. yang melatarbelakangi adalah keinginan untuk berbagi dan mengasah kemampuan menulis. y, saya akan berbagi semua informasi mulai dari yang bermanfaat buat diri saya sendiri dan orang lain, sampai yang tidak bermanfaat buat saya maupun orang lain.
buat yang berminat baca, terimkasih banyak. kemungkinan kedepannya blog ini akan jadi tempat saya mencurahkan perasaan.... ^_^selamat membaca
